August 10, 2020

Status COVID - Indonesia

TOTAL POSITIF

125.396

ORANG

Positif

TOTAL SEMBUH

80.952

ORANG

Positif

TOTAL MENINGGAL

5.723

ORANG

Positif

Sumber Data: Kementerian Kesehatan & JHU melalui API Kawal Corona Baca disini untuk pasang di Wordpress

Self Hypnosis untuk Redakan Psikosomasis di Tengah Serbuan Virus Corona

Ilustrasi Self Hypnosis / Foto: Accelerate-me

SURABAYA, JB.News – Bagi kebanyakan orang, pandemi Covid-19 bisa menimbulkan gangguan serius yang bisa mengancam keselamatan jiwa bila mengesampingkan urusan kesehatan fisik. Bagi individu yang tidak terinfeksi virus corona, gangguan ini timbul akibat kekhawatiran berlebihan terinfeksi virus korona.

Betapa tidak, dalam situasi tidak menentu seperti saat ini, selama hampir 24 jam dalam sehari-selamalam, jejalan informasi mengenai Covid-19 terus menerpa pikiran. Mulai dari media masa mainstream seperti televisi dan radio hingga media sosial di jaringan internet semua memberitakan informasi seputar virus corona, yang kebanyakan bertema mengerikan.

Bagi yang kondisi psikologisnya sedang lemah, keadaan seperti ini tentu termasuk salah satu bentuk kekhawatiran terhadap kesehatannya. Jika kekhawatiran ini berlangsung terus menerus sangat mungkin menimbulkan kepanikan yang bisa saja berujung pada darurat psikologis.

Dalam keadaan panik berlebihan seperti ini akan membuat imunitas tubuh bereaksi. Saat cemas, emosi seseorang berada pada kondisi tidak stabil, sehingga tubuh lebih rentan terinfeksi virus penyakit, khususnya Covid-19.

Salah satu jalan keluar untuk meredakan kepanikan berlebihan itu, adalah dengan melakukan self-hypnosis atau sugesti secara mandiri.

Metode self-hypnosis sendiri memiliki efek yang baik untuk menurunkan tingkat kecemasan seseorang sekaligus mengembalikan suasana hati menjadi lebih baik. Selanjutnya, tentu saja  akan mengembalikan sistem imun tubuh ke kondisi normal.

Langkah awal dari self-hypnosis adalah melakukan relaksasi dengan mengkondisikan keadaan diri dalam situasi yang rileks. Memikirkan hal-hal yang menyenangkan tentu akan mengurangi aktifitas gelombang otak yang sebelumnya naik-turun akibat informasi berlebihan dari media masa.

Relaksasi dapat dilakukan dengan cara mengatur pernapasan. Serta memfokuskan diri sendiri untuk menurunkan aktivitas otak dan memberi ketenangan.

Ketenangan juga termasuk dalam fase paling efektif untuk memberi sugesti positif. Selanjutnya, diberi sugesti sesuai dengan keinginan diri sendiri.

Perlu diperhatikan pula bahwa sugesti yang diberikan kepada diri sendiri harus berupa sesuatu yang positif.

Tak perlu memberikan kalimat rumit, sebab alam bawah sadar akan memproses informasi secara sederhana. Formula yang tepat adalah dengan memberikan sugesti berupa kalimat-kalimat positif yang pendek dan sederhana.

Lupakan kalimat ‘Saya tidak akan sakit,’, karena rekoginisi dari kalimat tersebut yang masuk adalah kata ‘sakit’. Ganti kalimat tersebut dengan kalimat positif yang singkat dan sederhana ‘saya sehat’ atau ‘saya kuat’ lalu sugestikan dalam diri

Saat seseorang bisa melakukan self-hypnosis maka akan tercipta keseimbangan dalam aktivitas sehari-hari,  sehingga meski menerima informasi buruk terkait apapun, termasuk Covid-19, pikiran diri akan memiliki kesempatan mengatur ketegangan dan ketakutan dengan memberikan sugesti positif pada diri sendiri. Dengan begitu imunitas tubuh akan tetap stabil. (vla)

Comments

comments

Falah

Read Previous

Dindik Jatim Minta  Pengelolaan Dana BOS  Untuk Pencegahan Covid -19

Read Next

Pemkot Surabaya Kembali Keluarkan SE Protokol untuk Hotel dan Restoran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar